Selasa, 01 April 2014

AOS DECOMPOSER



Super bokashi  R
No. P 452/Organik/Deptan-PPI/XII/09
   AOS DEC
Bioactivator compost




 
AOS FARM, LAMBANG PRODUK BERKWALITAS




AOS  DEC
Bioactivator compost

Kompos merupakan bahan organik yang mengalami proses penguraian (dekomposisi) secara biologis oleh mikroba- mikroba yang menghasilkan pupuk organik untuk meningkatkan kualitas fisik, kimia dan biologi tanah.

Peningkatan produksi pabrik kelapa sawit memiliki konsekwensi berupa peningkatan limah kelapa sawit yang dihasilkan. Limbah Pabrik kelapa sawit dapat digolongkan dalam tiga jenis limbah yaitu limbah padat, limbah cair, dan limbah gas.

Salah satu limbah padat yang dihasilkan dalam jumlah besar yaitu tandan kosong kelapa sawit yang dapat mencapai 22- 23 % dari total tandan  buah segar kelapa sawit yang diolah. Selain tandan kosong kelapa sawit, limbah yang cukup dominan adalah limbah cair.


Kedua limbah ini merupakan bahan potensial untuk diolah menjadi pupuk organik, baik itu pupuk organik  padat maupun pupuk organik cair. Pupuk organik yang dihasilkan dapat diaplikasikan ke lapangan (ke kebun kelapa sawit), dan merupakan pupuk yang sangat bagus untuk mendukung pertumbuhan dan produksi kelapa sawit.


AOS  Dec  mengandung mikroorganisme unggul yang mampu mendekomposisi bahan organik komplek pada limbah padat maupun cair pabrik kelapa sawit dengan cepat dan sempurna.

Kandungan mikrobia pada AOS Dec:
Acetobacter
Bacillus sp
Cytophaga sp
Streptomyces sp
Saccharomyces
Trichoderma sp





Manfaat  AOS Dec:
1.   Mempercepat proses pengomposan
2.   Meningkatkan kwalitas kompos
3.   Memperbaiki sifat fisik, kimia , dan biologi tanah
4.   Meningkatkan kesuburan tanah
5.   Mengefektifkan penyerapan unsur hara oleh tanaman
6.   Meningkatkan kandungan unsur hara tanah
7.     Mencegah penyakit akar


PETUNJUK PENGGUNAAN

Pengaktifan AOS Dec:
1.   Campurkan 1 liter AOS Dec pada 50 liter air.
2.   Tambahkan 1 kg molases/gula
3.   Aduk rata dan diamkan selama 1 jam, supaya mikrobia yang terkandung dalam AOS Dec menjadi aktif.




 

Pembuatan kompos:
1.    Bahan kompos, seperti tandan kosong kelapa sawit, jerami maupun bahan organik lainnya di perkecil ukurannya dengan cara di rajang dengan mesin.
2.    Bahan yang yang telah dirajang di susun (ditumpuk) dengan tinggi 20 cm, apabila bahan kompos terlalu kering maka harus disiram sehingga kadar air mencapai 50%.
3.    Larutan AOS Dec disiramkan secara merata pada tumpukan bahan.
4.    Kemudian dibuat tumpukan bahan lagi diatasnya setinggi 20 cm dan disiram lautan AOS Dec lagi. Begitu seterusnya sampai tumbukan bahan mencapai 1 meter.
5.    Tumpukan di tutup dengan terpal supaya tidak terkena hujan dan juga panas.
6.    Tumpukan diperan selama 7 s/d 15 hari.
7.    Selama pemeraman, tumpukan dibaik sebanyak 2 kali.
8.    Setelah kompos matang, kompos sudah siap untuk digunakan untuk memupuk tanaman.


Ciri- ciri kompos yang baik:
1.   Suhu sama dengan suhu air tanah
2.   Warna kehitaman
3.   Nilai c/n rasionya 15:1
4.   Aroma tanah alami
5.   PH netral  (6-7)




 
Penggunaan AOS Dec untuk pengolahan limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit:
1.    Siapkan Larutan AOS Dec, yaitu dengan pengaktifan AOS Dec.
2.    Siramkan larutan AOS Dec yang telah diaktifkan ke dalam kolam limbah.
3.    Untuk 1 liter AOS Dec ( 100 liter larutan AOS Dec) dapat digunakan untuk mengolah 10.000 liter air limbah.
4.    Gunakan aerator untuk memberikan supply oksigen yang cukup ke dalam limbahn cair sehingga proses perbanyakan mikrobia menjadi sempurna.
5      Setelah 2 hari, larutan limbah yang telah diolah sudah dapat digunakan untuk pemupukan tanaman kelapa sawit maupun tanaman lainnya. Selain itu larutan limbah yang telah diproses ini juga dapat digunakan untuk menyiram tandan kosong kelapa sawit pada proses pembuatan kompos tandan kelapa sawit.

Selasa, 25 Maret 2014

AOS AMINO GALERY FOTO


Tanaman singkong yang dipupuk dengan AOS
AMINO.
Dosis pupuk 2 liter per hektar.
Umur tanaman 45 hari . Tinggi tanaman mencapai 1 meter. Jari daun selebar telapak tangan orang dewasa.
Warna daun hijau tua.

















Tanaman singkong yang hanya dipupuk dengan pupuk kimia. Umur tanaman 2,5 bulan. Tinggi 50 cm. Warna daun hijau pucat. Ruas batang pendek- pendek.






Kunjungan lapangan ke petani mitra (Bapak Amir)yang terletak di Beringin Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara.
Jenis tanaman: semangka
Umur tanaman 40 hari.
Dengan menggunakan pupuk AOS AMINO, tanaman tumbuh lebih seragam dan sehat.







Untuk mitra Tani yang berada di Lubuk Pakam, Deli Serdang, bisa mendapatkan AOS AMINO di
 UD. Hidup Baru,  Lubuk Pakam
HP. 082276688781 (Bpk Thomson simanjuntak)


Untuk lebih mendekatkan AOS AMINO ke mitra tani, saat ini AOS FARM sedang menyusun jaringan untuk daerah - daerah lainnya.











Terima kasih kepada Mitra Usaha yang telah mendekatkan dan mengenalkan  AOS AMINO kepada mitra Tani.









Bersama mitra Tani yang bertanam timun.
Dengan pemupukan AOS AMINO satu minggu sekali dengan dosis 1 tutup botol (15 ml) per 4 liter air, tanaman tumbuh subur dan sudah mulai berbunga.











Kunjungan ke mitra Tani melon di Desa Barakan, Deli Serdang.
Masalah: Tanaman melon tumbuh tidak merata, daun pucat, calon buah banyak yang gugur, bahkan banyak tanaman mati muda.

Solusi: diperbaiki drainase, gulma sebaiknya dibersihkan, dan dipupuk dengan AOS AMINO setiap minggu dengan dosis 15 ml per 4 liter air. Selain itu di cor setiap 2 minggu dengan dosis 200 ml AOS Amino dicampur dengan 20 liter air dan ditambah dengan 5 sendok pupuk NPK 16.16.16.
Semoga ...... Berhasil.


Untuk mitra Tani yang berada diseputran Mandailing Natal, saat ini AOS AMINO dapat diperoleh di ZAHRA TANI (Bapak Marno) , Desa Huraba, Kec. Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. HP. 085371636631.



Diskusi di lapangan dengan petani cabe. Banyak tanaman cabe petani yang terserang trip. Selama ini kalau cabe sudah terserang trip, solusinya hanya  Di CABUT.

Dengan AOS AMINO, tanaman cabe yang terserang trip masih bisa diselamatkan yaitu dengan cara:
1. Setiap 7 hari disemprot dengan AOS AMINO dengan dosis 15 ml per 4 liter air ditambahn insektisida sesuai dengan dosis anjuran.
2. per 14 hari sekali dicor dengan 200 ml AOS AMINO yang dilarutkan dalam 20 liter air dan ditambah dengan 5 sendok NPK 16.16.16. Setiap pohon mendapatkan 200 cc larutan.
Dengan perawatan di atas selama ini menujukkan hasil yang sangat memuaskan.






Diskusi dengan Mitra Tani, di warung Desa Barakan, Deli Serdanng. Ngobrol tentang usaha tani sambil ditemani segelas kopi danteh, tidak lupa tempe goreng. Yang pengting H E P P Y...









Kamis, 30 Januari 2014

Bawang Merah



CARA BERTANAM BAWANG MERAH
DENGAN METODE AOS AMINO


Banyak petani berpendapat bahwa bawang merah hanya bisa dikembangkan dengan umbinya. Tetapi dengan perkembangan teknologi saat ini, bawang merah sudah dapat dikembangkan dengan biji.
Penanaman bawang merah dengan biji mempunyai banyak kelebihan, antara lain:
1.  Menghemat biaya
2.     Produktivitas persatuan luas lebih tingggi
3.    Dapat menanam bawang merah setiap saat

Untuk mencapai potensi produksi, maka ada beberapa langkah dalam penanaman bawang merah dengan menggunakan biji:

1.    Pengolahan tanah
Pengolahan tanah dilakukan sedemikian rupa sehingga tanah benar- benar remah untuk dapat mendukung pertumbuhan umbi bawang merah. Tanah yang sudah diolah dibuat guludan- guludan dengan lebar 1 meter dan panjang disesuaikan dengan panjang lahan. Setelah tanah diolah, pupuk organik dapat segera ditaburkan. Kebutuhan pupuk organik sekitar 50 kg per 15 meter panjang guludan.
Pupuk kandang yang telah ditabur dicor atau disemprot dengan larutan AOS AMINO.
Cara membuat larutan AOS AMINO, yaitu 200 cc AOS AMINO dilarutkan dalam 20 liter air dan diberi 50 gr (5 sendok makan) NPK mutiara 16.16.16 dan juga 50 gr NPK ponskha.
Pengecoran dilakukan secara merata.  2 hari setelah pengecoran, lahan siap untuk ditanami.
Untuk lahan dengan luas 1.000 meter cukup menggunakan 1 lliter AOS AmiNO dan 0,5 kg NPK Ponskha dan 0,5 kg NPK mutiara 16.16.16

2.    Pesemaian
Pesemaian biji bawang merah dilakukan dengan membuat lajur- lajur memotong panjang guludan dengan jarak lajur 10 cm. 2 hari sebelum benih ditabur , bedengan di cor/ disiram terlebih dahulu dengan larutan aos amino, yaitu  200 cc AOS AMINO dilarutkan dalam 20 liter air dan ditambah dengan NPK Pnskha dan NPK mutirara 16.16.16 masing- masing 50 gr ( 5 send0k makan). Larutan ini disiramkan secara merata di lahan guludan yang akan digunakan sebagai tempat persemaian.
2 hari setelah di cor/ disiram, bbit ditabur secara merata pada lajur dengan kedalaman 1 cm, tutup dengan arang sekam ataupun pupuk kandang halus yang telah dicampur dengan tanah dengan perbandingan 1:1.
Tutup guludan pesemaian dengan jerami, kemudian lakukan penyiraman setiap hari. Setelah disemai 4- 5 hari, benih mulai tumbuh. Jerami dapat dipindahkan dari guludan, namun bibit masih perlu diberi naungan supaya tidak terkena sinar matahari langsung.
Setelah bibit berumur 20 s/d 25 hari, naungan  tidak dibutuhkan lagi, karena bibit sudah cukup kuat terkena sinar matahari langsung.
Pemupukan  dilakukan 20 hari setelah benih ditanam. Pupuk yang digunakan adalah AOS AMINO dengan dosis 1 tutup botol yang dilarutkan ke dalam 4 liter air. Pupuk disemprotkan keseluruh tanaman dan juga lahan pembibitan.
Pada umur 40 s/d 45 hari, bibit sudah dapat dipindahkan ke lahan.


3.    Penanaman
Bibit ditanam ke bedengan yang telah disiapkan dengan jarak tanam 5 – 10 cm X 5- 10 cm. Ketika melakukan penanaman sebaiknya lahan digenangi air supaya bibit tidak stress dan bibit cepat tumbuh.

4.    Pengairan
Pengairan dilakukan pada pagi dan sore hari selama 1 minggu, selanjutnya disiram menggunakan gembor  1 hari sekali.

5.    Pemupukan yang tepat dan berimbang
Prinsip di dalam pemupukan bawang merah adalah pupuk yang tepat dan berimbang.
AOS AMINO dengan kandungan hara makro dan mikro yang berimbang serta mengandung asam amino yang lengkap dan juga dilengkapi dengan ZPT yang komplit, ditambah dengan mikrobia yang menguntungkan sangat membantu untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan umbi bawang merah.

Cara Aplikasinya, yaitu:

1 tutup botol AOS AMINO  dilarutkan ke dalam 4 liter air dan disemprotkan secara merata ke seluruh bagian tanaman 1 minggu sekali. Apabila turun hujan, maka penyemprotan dengan AOS AMINO dapat segera dilakukan.  Hal ini untuk menghindari serangan penyakit.

6.    Pengendalian gulma
Pengendalian gulma dilakukan sedini mungkin, yaitu dengan cara manual. Pada saat pengendalian gulma harus dilakukan hati- hati supaya tanaman tidak ikut tercabut.

7.    Pengendalian Hama dan penyakit
Peningkatan produksi bawangmerah sering sekali  terhambat oleh serangan hama dan penyakit.
AOS AMINO yang telah dilengkapi dengan pestisida alami, dapat mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman bawang merah.



Tetapi apabila serangan  mulai meluas, maka pada saat melakukan penyemprotan pupuk yang dilakukan 1 minggu sekali dapat dicampurkan  pestisidan sebagai berikut:

AOS Protector              : 50 cc per kep ( 12 liter air)
Antracol                        : 10  gr per kep
Curacron                      : 10 cc per kep

8.    Panen
Panen dapat dilakukan pada saat tanaman berumur 55 s/d 60 hari setelah tanam.
Ciri- ciri fisik tanaman bawang merah yang siap dipanen adalah:

a.     Jika dipegang, pangkal daun sudah lemas.
b.    70 s/d 80% daun berwarna kuning pucat
c.     Umbi sudah terbentuk dengan penuh dan kompak
d.    Sebagian umbi sudah terlihat dipermukaan tanah
e.     Umbi berwarna merah tua dan berbau khas.
f.       Sebagian besar ( > 80% )daun sudah rebah.